Sebanyak lima Aparatur Sipil Negara (ASN) mengungat cerai suaminya di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh sepanjang 2025. Fenomena istri gugat cerai suami ini juga terlihat dari angka perceraian masyarakat di Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe tahun 2025 tercatat 253 warga bercerai di Kota Lhokseumawe. Dari jumlah itu 195 kasus istri menggugat cerai suaminya, dan hanya 58 suami yang menceraikan istrinya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lhokseumawe, Irsyadi, kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026) menyebutkan alasan ASN mengajukan cerai disebabkan faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan ketidakcocokan berkepanjangan antar istri dan suami.
“Kita sudah berupaya memediasi. Namun, tidak ada titik temu antar pasangan. Sehingga, seluruh permohonan perceraian itu kita kabulkan,” terang Irsyadi.
Dia meminta ASN lebih menahan diri dan sabar dalam kehidupan berumah tangga. Sehingga bisa meminimalkan potensi konflik dalam keluarga.
“Semoga kasus ini menjadi pelajaran semua ASN. Kita harap kedepan jangan ada lagi perceraian di ASN Lhokseumawe,” terangnya. Sementara itu, Panitera Mahkamah Syariah Lhokseumawe, Fauzi, mengatakan dari total perkara tersebut, 58 kasus merupakan cerai talak (suami menceraikan istri) dan 195 kasus merupakan cerai gugat (istri menggugat suami). Panitera Mahkamah Syariah Lhokseumawe, Fauzi, mengatakan dari total perkara tersebut, 58 kasus merupakan cerai talak (suami menceraikan istri) dan 195 kasus merupakan cerai gugat (istri menggugat suami).
“Penyebabnya ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan. Memang dominasi istri yang menggugat cerai suaminya selama ini,” pungkas Fauzi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/02/25/175857778/fenomena-istri-gugat-cerai-suami-dominasi-kasus-di-lhokseumawe-termasuk-5?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Referral&utm_campaign=AIML_Widget_Mobile
